You are here: Home Berita Pansus Century Belum Agendakan Panggil SBY & Megawati

expedisi.com

Pansus Century Belum Agendakan Panggil SBY & Megawati

E-mail Print PDF

Jakarta - Pansus Hak Angket Century DPR belum mengagendakan memanggil Presiden SBY dan juga mantan presiden Megawati. Bahkan sekadar mewacanakan pun belum ada. Pansus masih fokus pada Boediono, Sri Mulyani dan Jusuf Kalla.


"Sampai sekarang ini, belum ada agenda memanggil Presiden atau mantan presiden," jelas Ketua Pansus Idrus Marham melalui telepon, Minggu (17/1/2009)

Desakan sejumlah pihak memanggil SBY terkait posisinya sebagai presiden kala bailout Rp 6,7 triliun digelontorkan. Sedang Megawati terkait posisinya sebagai kepala pemerintahan saat Bank Century dibuat.

Tetapi apakah ada kemungkinan memanggil 2 nama itu? "Ini ada sistem dan strategi. Jadi data-data yang ada kita kumpulkan, belum sampai ke sana," jawab politisi Golkar ini.

Idrus mengakui, aspirasi desakan untuk memanggil 2 nama itu terus menguat. "Biarlah pansus berproses sesuai koridor," katanya.

Last Updated ( Sunday, 17 January 2010 11:15 )  

Expedisi Popular

Expedisi di jakarta, surabaya, medan, bandung makasar manado Masukkan Iklan EXPEDISI Anda

Layanan Expedisi Jakarta, Surabaya, Makasar, Medan, Manado

Expedisi di jakarta surabaya medan makasar aceh papua Masukkan Iklan EXPEDISI Anda
Layanan Expedisi Jakarta, Surabaya, Makasar, Medan, Manado

Expedisi di Jakarta Surabaya Medan Makasar Manado Masukkan Iklan EXPEDISI Anda
Layanan Expedisi Jakarta, Surabaya, Makasar, Medan, Manado

Expedisi di Jakarta Surabaya Medan Makasar manado Masukkan Iklan EXPEDISI Anda
Layanan Expedisi Jakarta, Surabaya, Makasar, Medan, Manado

EXPEDISI MAP

free counters

Login

CB Online

None

Expedisi on Twitter

Silahkan ikut gabung pada group bisnis Expedisi Twitter

Expedisi on Facebook

Silahkan ikut gabung pada group bisnis pada facebook

BLOG EXPEDISI INDONESIA

Bergabung pada komunitas EXPEDISI INDONESIA Blogspot disini.

User Soapbox

"Vitae venenatis eu wisi elit venenatis et habitant Nunc vel quis."